Kamis, 29 November 2012

(Pulau Banyak part 4) Palambak, Surga bagi pemburu pantai sepi


Palambak
Pagi kembali hadir, dan matahari pagi sudah memecah keheningan pagi yang terjadi di sebuah pulau kecil. Seorang bapak-bapak yang saya taksir usianya sudah sangat renta beringsut mendekati saya. Sejenak saya memperhatikan dari ujung kaki hingga kepalanya. Sedikit curiga menghantui benak saya, namun begitu saya melemparkan senyum beliau membalasnya dengan senyuman yang begitu menentramkan.
“Selamat pagi pak, saya tekno dari Jakarta” sapa saya sambil mengulurkan tangan untuk berjabat kepada beliau ketika kedua tubuh kami sudah berdekatan.
Sambil berjabat tangan keluar sebuah kalimat yang hingga saat ini jika teringat saya selalu tersenyum.
“itu kawan mu perempuan ya?” kata seorang bapak yang masih mengenakan sarung sambil menunjuk citra yang mengenakan jaket merah di kejauhan.
“Bukan pak itu kawan saya laki-laki” jawab saya sambil memanggil citra untuk mendekat.

Rabu, 28 November 2012

(Pulau Banyak part 3) Menggigil di pulau Lambodong


Umang-umang yang Lucu
Pagi kembali hadir, namun sunyi masih merapatkan dirinya di hamparan pulau asok. Laut terlihat tenang seolah sedang berdoa kepada penguasa alam semesta. Hanya ada pohon-pohon kelapa yang berjajar, termangu dan ikut merapat dalam keheningan pagi. Suara titik-titik hujan yang dari petang kemarin menghiasai alunan alam pulau ini juga seolah tidak bersuara. Semua larut dalam keheningan pagi di sebuah pulau yang damai di perairan pulau Banyak.
Citra sudah tidak ada di dalam tenda ketika mata saya mulai terbuka. Setelah melongokkan kepala keluar tenda, ternyata dia sedang asik bermain di pinggir pantai. Memang halaman tenda kami adalah pantai yang indah dan tenang.
Sambil menggeliat kan badan, saya beranjak keluar dari tenda. Angin berdesir perlahan menyambut kehadiran saya di luar tenda. Suasana terasa begitu hening pagi itu. Ombak-mbak kecil juga seolah tidak letih untuk bertandang ke bibir  pantai dan membasuh mata kaki saya. Semua terasa begitu damai.

Minggu, 25 November 2012

(Pulau Banyak part 2) Menyusuri keindahan pulau Banyak


Hamparan keindahan pasir putih di pulau Banyak
Pagi seolah enggan beranjak, waktu berjalan begitu lambat di sebuah pulau yang terletak diantara pulau Simeulue dan  pulau Nias ini. Pulau Balai sudah menggeliat membangunkan para warga nya untuk berkatifitas. Langit terlihat putih walau terlihat sedikit warna biru di celah-celah awan itu. Enggan rasanya melemparkan diri keluar dari nyamanya selimut pagi itu.
Bulan oktober hingga januari atau februari bukanlah waktu yang tepat untuk berkunjung menikmati keindahan pulau Banyak. Berhubung saya orangnya nekad dan penganut faham “apalah artinya sebuah destinasi bagus jika perjalanan nya garing dan gak seru untuk diceritana kembali, maka apa yang terjadi terjadilah. Rencana yang tadinya hendak bepergian ramai-ramai akhirnya tinggal saya berdua bersama Citra rahman.

Kamis, 22 November 2012

(Pulau Banyak part 1) Berpisah dari snorkle kesayangan di pulau Balai

Pulau Balai
Mendung masih menggelayut di atas langit Pulo Sarok, tanda bahwa hujan sebentar lagi akan turun. Angin berhempus perlahan menembus celah-celah pohon bakau yang banyak terdapat di rawa-rawa yang hampir mendominasi daerah Jembatan Tinggi ini. Sementara itu beberapa reruntuhan bangunan terlihat tinggal puing-puing yang terendam air. Pada tahun 2004 ketika bencana besar Tsunami melanda sebagian besar Aceh, Pulo Sarok adalah salah satu daerah yang menanggung kerusakan yang lumayan parah.

Rabu, 21 November 2012

Tjong A Fie, Saudagar kaya yang berhati mulia.


Foto Tjong A Fie dan beberapa bagian rumah besarnya.

Suasana rumah besar itu terlihat sepi begitu saya masuk melalui sebuah gerbang yang terlihat begitu megah. Pilar-pilar besar sebagai penyangga rumah terlihat kokoh dan kaku. Gaya arsitektur terlihat jelas perpaduan antara Melayu, Tionghoa, Eropa dan Artdeco. Daun-daun jendela besar menghiasi hampir di setiap sudut bangunan. Ya rumah besar (mansion) inilah yang selesai dibangun pada tahun 1900 menjadi salah satu saksi sejarah kota Medan dan saat ini telah menjadi Tjong A Fie Memorial Institute atau lebih dikenal dengan Tjong A Fie Mansion.

Senin, 19 November 2012

Lampung, Kembali ke Tanah Jawa (FINISH)

-->
Pantai pasir putih Lampung dengan latar belakang pulau Condong
Penat akibat petualangan seru kemarin belum juga hilang, namun pagi sudah menjelang. Itu artinya saya harus bergegas mengemasi barang bawaan ke dalam tas carrier biru kesayangan. Pagi ini saya akan melanjutkan perjalanan kembali ke Pulau Jawa.
Bocah kecil putri om Dodi seperti biasa tiap pagi sudah asik maen di depan pintu. Sasaran main biasanya ayam-ayam yang ada di sekitar situ. Dia terlihat bahagia sekali jika sedang bermain bersama ayam-ayam seperti pagi itu.
Sarapan pagi sudah di siapkan, setelah semua beres saya segera menyantap hidangan pagi yang menggairahkan itu. Tidak butuh waktu lama untuk saya menghabiskan menu sarapan pagi yang terhidang.

Lampung, The Real Adventure to Batu Layar Pegadungan (part4)

Suatu petang di batu layar pantai Pegadungan
Sore yang damai benar-benar saya rasakan ketika berada di salah satu sudut keindahan propinsi Lampung. Batu Layar pantai pegadungan orang biasa menyebutnya. Deretan bebatuan karang terjal yang terbentuk oleh hempasan ombak yang mungkin sudah ribuan tahun, membentuk deretan gugusan yang menyerupai selembar layar jika di amati, makanya masyarakat setempat menamakannya batu layar.
“Jadi berangkat ke Pegadung Lang” pesan singkat yang muncul di ponsel saya ketika sedang asik menikmati makan siang di komplek Markas Angkatan Laut di daerah Piabung.
“Jadi kang, ini lagi istirahat makan siang” jawab saya sambil mengunyah menu makan siang dengan lauk hidangan laut yang lezat.
Setelah malam sebelumnya menikmati damainya pulau Kelagian, pagi ini saya harus melanjutkan perjalanan menuju salah satu spot keindahan yang masih tersembunyi di Lampung. Batu Layar di pantai Pegadungan.

Sabtu, 17 November 2012

We Are Indonesia Travellers #WAKATOBI (test upload)

Dapet tugas mendampingi para agents yang berangkat menuju Wakatobi, membuat saya mau tidak mau harus menyiapkan segala suatu hal yang akan di butuhkan para agents nantinya. Para agents terpilih ini membawa misi memperkenalkan destinasi yang mereka kunjungi kepada seluruh penduduk negeri, bahkan ke seantero jagad raya.

Wakatobi terletak di propinsi Sulawesi Tenggara, diambil dari 2 huruf masing-masing nama pulau yang ada maka terbentuklah nama WAKATOBI. WA berasal dari pulau WAngi-wangi, KA berasal dari nama pulau KAledupa, TO berasal dari pulau TOmia dan BI berasal dari nama pulau Binongko.




Sabtu, 03 November 2012

Secret Indonesia (unfinished)



Indonesia menyimpan banyak sekali keindahan-keindahan yang belum terjamah. Mereka masih alami dan menyimpan pesona yang luar biasa. Secret Indonesia hanyalah menampilkan sebagian dari berjuta keindahan yang ada di negeri ini.

Shoot and Edit by Sutiknyo @lostpacker
Backsound : "vivid descent' by @samuelrespati

The Journey still Continues...