![]() |
| Palambak |
Pagi kembali hadir, dan matahari pagi sudah memecah
keheningan pagi yang terjadi di sebuah pulau kecil. Seorang bapak-bapak yang
saya taksir usianya sudah sangat renta beringsut mendekati saya. Sejenak saya
memperhatikan dari ujung kaki hingga kepalanya. Sedikit curiga menghantui benak
saya, namun begitu saya melemparkan senyum beliau membalasnya dengan senyuman
yang begitu menentramkan.
“Selamat pagi pak, saya tekno dari Jakarta” sapa saya sambil
mengulurkan tangan untuk berjabat kepada beliau ketika kedua tubuh kami sudah
berdekatan.
Sambil berjabat tangan keluar sebuah kalimat yang hingga
saat ini jika teringat saya selalu tersenyum.
“itu kawan mu perempuan ya?” kata seorang bapak yang masih
mengenakan sarung sambil menunjuk citra yang mengenakan jaket merah di
kejauhan.
“Bukan pak itu kawan saya laki-laki” jawab saya sambil
memanggil citra untuk mendekat.











